IMAN KEPADA QADA DAN QADAR
MATERI IMAN KEPADA QADA DAN QADAR
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester: VI (Enam) / Genap
A. PENGERTIAN QADA DAN QADAR
1. Pengertian Qada
Qada adalah ketentuan atau rencana Allah SWT tentang segala sesuatu yang akan terjadi kepada makhluk-Nya sejak zaman azali (sebelum diciptakan) hingga akhir zaman. Contoh: Allah sudah menentukan rezeki, jodoh, dan ajal kita.
2. Pengertian Qadar
Qadar adalah ketetapan Allah SWT yang sudah terjadi atau sudah dilaksanakan. Qada adalah takdir Allah yang sudah terwujud dalam kehidupan kita. Contoh: Dilahirkan di Indonesia, memiliki orang tua tertentu, dan bentuk fisik tertentu.
Tabel Perbedaan Qada dan Qadar
| Aspek | Qada | Qadar |
|---|---|---|
| Waktu | Belum terjadi | Sudah terjadi |
| Sifat | Rencana Allah | Sudah terwujud |
| Sikap | Berusaha & Berdoa | Ikhlas |
B. DALIL AL-QURAN DAN HADIS
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir)." (QS. Al-Qamar: 49)
Rasulullah SAW bersabda bahwa iman itu adalah beriman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan beriman kepada qada serta qadar yang baik maupun yang buruk (HR. Muslim).
C. MACAM-MACAM TAKDIR
1. Takdir Mubram: Takdir yang pasti dan tidak bisa diubah manusia. Contoh: Jenis kelamin, orang tua, dan kematian.
2. Takdir Muallaq: Takdir yang dapat berubah karena usaha dan doa. Contoh: Rezeki, kesehatan, dan prestasi.
D. TINGKATAN TAKDIR
- Takdir Azali: Ditetapkan sebelum alam semesta diciptakan.
- Takdir Umri: Ditetapkan saat janin berusia 4 bulan dalam kandungan.
- Takdir Sanawi: Ditetapkan setiap tahun pada malam Lailatul Qadar.
- Takdir Yaumiy: Takdir yang terjadi setiap hari dalam kehidupan.
E. HIKMAH BERIMAN
- Memiliki hati yang tenang dan tidak mudah gelisah.
- Sabar saat musibah dan bersyukur saat mendapat nikmat.
- Tidak sombong ketika berhasil dan tidak putus asa ketika gagal.
- Semangat dalam berusaha karena yakin Allah yang menentukan.
F. SIKAP DAN PERILAKU
Sikap utama meliputi: Tawakal (berserah diri), Sabar (tabah), Syukur (berterima kasih), Ikhtiar (berusaha sungguh-sungguh), dan Ridha (ikhlas menerima ketetapan).
G. KESALAHAN DALAM MEMAHAMI TAKDIR
Salah: Malas berusaha dengan alasan sudah takdir, menyalahkan takdir saat gagal, dan sombong saat berhasil.
Benar: Berusaha maksimal, introspeksi diri saat gagal, serta tetap rendah hati dan bersyukur saat sukses.