Mengenal Indahnya Iman kepada Qada dan Qadar
Mengenal Indahnya Iman Kepada Qada dan Qadar
Pernahkah kalian memperhatikan teman-teman di kelas? Ada yang rambutnya lurus, ada yang keriting. Ada yang jago matematika, ada yang jago menggambar. Semua perbedaan itu adalah rahasia Allah Swt. yang luar biasa, yang kita kenal dengan sebutan Takdir.
1. Apa Itu Qada dan Qadar?
A. Qada (Rencana Allah Sejak Dulu)
Secara bahasa, Qada berarti ketetapan atau kehendak. Maksudnya: Qada adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali (zaman sebelum dunia dan isinya diciptakan). Semua rencana Allah untuk kita sudah tertulis rapi di sebuah kitab bernama Lauhul Mahfuz.
B. Qadar (Perwujudan Rencana Allah)
Secara bahasa, Qadar berarti ukuran, kepastian, atau kuasa. Maksudnya: Qadar adalah kenyataan dari rencana Allah yang sedang atau sudah terjadi pada kita. Qadar sering kita sebut juga sebagai takdir yang sudah tampak.
Intinya: Qada adalah “Rencananya”, sedangkan Qadar adalah “Kejadiannya”.
2. Perbedaan Qada dan Qadar
| Hal | Qada | Qadar |
|---|---|---|
| Waktunya | Sudah ditetapkan sebelum kita lahir (Zaman Azali). | Terjadi saat kita sudah ada di dunia. |
| Sifatnya | Rahasia Allah yang belum terjadi. | Kenyataan yang sedang/sudah terjadi. |
| Contoh | Ketetapan tentang jodoh, maut, dan hari kiamat. | Seseorang menjadi juara kelas karena rajin belajar. |
3. Jenis-Jenis Takdir
Allah Swt. membagi takdir menjadi dua jenis agar kita tetap semangat berusaha:
A. Takdir Mubram (Takdir yang Tidak Bisa Diubah)
Takdir ini sudah paten. Manusia tidak bisa mengubahnya meski dengan usaha atau doa yang keras.
Dalil (Q.S. Al-A'raf [7]: 34):
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَاْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”B. Takdir Muallaq (Takdir yang Bisa Diubah)
Kata Muallaq artinya “tergantung”. Takdir ini bergantung pada Ikhtiar (usaha) dan doa kita.
- Orang yang awalnya kurang pintar bisa jadi juara jika rajin belajar.
- Orang yang miskin bisa jadi kaya jika bekerja keras dan jujur.
Dalil (Q.S. Ar-Ra'd [13]: 11):
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”4. Dalil-Dalil Tentang Qada dan Qadar
Q.S. Al-Hadid [57]: 22
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.”Q.S. At-Taubah [9]: 51
قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَا هُو مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ “Katakanlah (Muhammad), 'Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.'“Hadis Nabi Muhammad saw. (H.R. Tirmizi)
“...Ketahuilah, jika seluruh manusia bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan bisa kecuali dengan apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Begitu juga sebaliknya. Pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran catatan telah kering.”
5. Sikap Kita Terhadap Takdir
- Ikhlas & Sabar: Jika mendapat musibah, jangan putus asa karena Allah tidak akan membebani kita di luar kemampuan kita.
- Bersyukur: Jika mendapat nikmat, jangan sombong. Ingat, itu semua karena izin Allah.
- Terus Berusaha: Jangan bilang “ah, sudah takdirnya saya tidak naik kelas”. Ingat, ada Takdir Muallaq yang bisa kita ubah dengan belajar giat.
