SELAMAT DATANG DI LAMAN PEMBELAJARAN PAI | WADAH BELAJAR DAN BERBAGI | SEMOGA DIBERIKAN ILMU YANG BERKAH

Latihan Soal Materi Surah Al A'la

 


1.          Menurut riwayat yang populer, Rasulullah SAW sering membaca Surah Al-A'la bersama dengan Surah Al-Ghasyiyah dalam salat-salat tertentu. Di antara pilihan berikut, manakah waktu salat yang paling sesuai dengan kebiasaan tersebut?

A.  Salat witir dan salat tahajud di sepertiga malam terakhir.

B.  Salat gerhana (kusuf dan khusuf) secara berjamaah.

C.  Salat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dan salat Jumat.

D.  Salat lima waktu pada rakaat pertama dan kedua.


2.          Dalam Surah Al-A'la ayat 3, Allah berfirman "walladzii qaddara fahadaa". Apa makna yang terkandung dalam frasa ini menurut penjelasan para mufasir?

A.  Menentukan kadar atau takdir bagi setiap makhluk, lalu memberinya petunjuk sesuai fitrah dan fungsinya.

B.  Menciptakan segala sesuatu lalu membiarkannya berkembang tanpa campur tangan.

C.  Mengatur alam semesta dengan sempurna lalu memperindahnya.

D.  Menetapkan hukuman yang adil bagi mereka yang melanggar ketentuan.


3.          Ayat 5 Surah Al-A'la mendeskripsikan keadaan rerumputan menjadi "ghutsa'an ahwa". Apakah arti yang tepat untuk istilah tersebut?

A.  Rerumputan yang hijau segar dan subur setelah hujan.

B.  Buih air di atas aliran sungai yang deras.

C.  Awan tebal yang hitam pekat menandakan akan turun badai.

D.  Rerumputan yang mengering, layu, dan warnanya berubah menjadi kehitam-hitaman.


4.          Ayat "Sanuqri'uka falaa tansaa, illaa maa syaa-allaah" adalah jaminan dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Apa hikmah di balik adanya pengecualian "illaa maa syaa-allaah" (kecuali jika Allah menghendaki)?

A.  Untuk mengingatkan Nabi agar tidak terlalu percaya diri dengan hafalannya dan terus berdoa.

B.  Memberi isyarat bahwa akan ada bagian dari Al-Qur'an yang hilang dan tidak sempat tercatat.

C.  Sebagai penegasan bahwa kemampuan ingatan Nabi adalah murni karunia Allah, bukan kekuatan pribadi, dan Allah berkuasa atas segala sesuatu termasuk hal yang dijamin-Nya.

D.  Menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW bisa lupa terhadap urusan duniawi, tetapi tidak pada Al-Qur'an.


5.          Menurut riwayat Ibnu Abbas, ayat ke-6 "Sanuqri'uka falaa tansaa" turun sebagai respons terhadap tindakan Nabi Muhammad SAW ketika menerima wahyu. Apa tindakan yang dimaksud?

A.  Beliau segera memerintahkan para sahabat untuk mencatat wahyu.

B.  Beliau bertanya kepada Malaikat Jibril tentang makna ayat yang sulit.

C.  Beliau menyendiri untuk merenungkan wahyu yang baru diterima.

D.  Beliau tergesa-gesa menggerakkan lidahnya menirukan bacaan Jibril karena khawatir lupa.


6.          Ayat 11-13 menggambarkan nasib "al-asyqa" (orang yang paling celaka) di akhirat. Keadaan mereka di dalam neraka digambarkan sebagai "laa yamuutu fiihaa wa laa yahyaa". Apa makna dari deskripsi ini?

A.  Mereka dihidupkan dan dimatikan secara bergiliran untuk merasakan siksa berulang kali.

B.  Mereka berada dalam siksaan puncak yang membuat mereka tidak merasakan istirahatnya kematian maupun kenikmatan kehidupan.

C.  Mereka mengalami mati suri yang panjang tanpa merasakan apa-apa.

D.  Jiwa mereka abadi namun tubuh mereka hancur lebur selamanya.


7.          Ayat 14, "Qad aflaha man tazakkaa", menyatakan keberuntungan bagi orang yang menyucikan diri. Beberapa ahli tafsir mengaitkan ayat ini dengan sebuah amalan spesifik sebelum salat Idul Fitri. Amalan apakah itu?

A.  Melaksanakan mandi sunnah sebelum berangkat salat Id.

B.  Mengeluarkan zakat fitrah.

C.  Membaca takbir sepanjang malam hingga pagi hari raya.

D.  Memperbanyak sedekah kepada fakir miskin.


8.          Surah Al-A'la ditutup dengan pernyataan "Inna haadzaa lafish-shuhufil-uulaa, shuhufi ibraahiima wa muusaa". Apa pesan utama yang ingin disampaikan melalui dua ayat penutup ini?

A.  Bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang menghapus seluruh ajaran kitab-kitab sebelumnya.

B.  Perintah agar umat Islam juga mempelajari lembaran-lembaran (shuhuf) Nabi Ibrahim dan Musa secara mendalam.

C.  Penegasan bahwa ajaran pokok tentang tauhid, penyucian diri, dan pentingnya akhirat adalah pesan universal yang telah diwahyukan sejak dahulu.

D.  Sebuah informasi bahwa salinan asli dari shuhuf Ibrahim dan Musa masih ada dan tersimpan.


9.          Surah Al-A'la tergolong sebagai surah Makkiyyah. Manakah di antara karakteristik berikut yang paling menonjol dalam surah ini dan sesuai dengan ciri surah Makkiyyah?

A.  Izin dan aturan mengenai perang (jihad) serta perjanjian damai.

B.  Penguatan dasar-dasar akidah, keesaan Allah, dan keniscayaan hari akhir.

C.  Dialog dan perdebatan dengan kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani).

D.  Penetapan hukum waris dan pernikahan secara rinci.


10.       Ayat 9, "Fadzakkir in nafa'atidz-dzikraa" (Oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat), mengandung kondisi "jika peringatan itu bermanfaat". Bagaimana para ulama menafsirkan makna kalimat bersyarat ini?

A.  Nabi hanya boleh memberi peringatan kepada orang yang sudah dipastikan akan menerima.

B.  Jika peringatan justru menimbulkan perdebatan dan permusuhan yang lebih besar, maka lebih baik diam.

C.  Manfaat peringatan hanya akan dirasakan di akhirat, bukan di dunia.

D.  Peringatan harus tetap disampaikan, karena ia pasti akan bermanfaat, baik bagi yang diberi peringatan maupun bagi yang memberi peringatan itu sendiri.


Download dokumen dalam format Microsoft Word Download